• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Friday, October 1, 2021

Situasi yang tepat menggunakan SCRUM ?

Saat ini anda sedang mempelajari apa itu Scrum, saya yakin 90% passion anda adalah dibidang IT. Karena saat ini di Indonesia sebagian besar peminat yang mempelajari Scrum adalah dibidang IT, namun tidak sedikut pula yang belum aware terhadap hal ini. Namun ketahuilah bahwa Scrum bisa di implementasikan pada bidang IT saja.

Lalu case seperti apa yang tepat menggunakan SCRUM ?
Masalah seperti apa saja yang dapat diselesaikan dengnan SCRUM ?


Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan motede Cynefin Framework. Cynefin Framework merupakan alat untuk membantu memahami situasi yang dihadapi sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. CYNEFIN diambil dari kata Welsh yang artinya “tempat” atau “habitat” dan menggambarkan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi cara kita berpikir dan mengambil keputusan.

Cynefin Framework mengklasifikasikan masalah kedalam lima situasi berdasarkan hubungan sebab-akibat, yaitu :

  1. Simple, diketahui
  2. Complecated, dapat diketahui
  3. Complex, tidak diketahui
  4. Chaotic, tidak jelas
  5. Disordered, tidak dapat ditentukan
untuk mempermudah memahami penulis menggunakan narasi, hal ini berbeda dengan versi cynefin yang menggunakan istilah-istilah. jadi jika ada kesalahan penerjemahan penulis mohon masukannya.





 Disordered disebut sebagai situasi yang tidak dapat dikategorisasikan dalam empat situasi lainnya. Yang harus Anda lakukan jika menemukan situasi seperti disordered adalah mengumpulkan lebih banyak informasi sehingga Anda dapat mengategorisasikan situasi tersebut dan mampu mengambil tindakan pemecahan masalah yang efektif.

Menjawab pertanyaan di atas, situasi yang tepat menggunakan Scrum adalah ketika berada di situasi Complex. salah satu contoh yang dikategorikan komplex adalah pengembangan software. 

Sejarah SCRUM

Pada tahun 1993, tulisan dari profesor Takeuchi Tanaka tentang Manajemen Proyek dipulikasikan dalam Harvard Business Review. Tulisan tersebut memuat kekaguman Profesor Takeuchi Tanaka terhadap tim olahraga Rugby yang bekerjasama menyingkirkan semua hambatan yang ada didepannya, lalu profesor Takeuchi Tanaka membawa konsep tersebut kedalam Metode Kerja Manajemen Proyek yang diberi nama SCRUM.    

Tulisan tersebut dibaca oleh Jeff Sutherland yang saat itu dia bekerja di Easel Corporation. Pada tahun 1994, Jeff mengajak Ken Schwaber untuk bergabung di perusahaan nya di Easel Corporation untuk mendokumentasikan dan memformulasikan Scrum.

Pada tahun 1996, hasil formulasi Ken dan Jeff dipresentasikan di konferensi OOPSLA. Sejak saat ini Scrum menjadi pilihan utama Sebagai Pengembangan Produk.

Scrum telah diadopsi oleh banyak Para Manager yang menginginkan Fleksibilitas yang tinggi dan menghasilkan produk yang sebaik  mungkin  dan Developer yang ingin memastikan mereka bisa melakukan pekerjaan mereka sebaik mungkin.

Beberapa perusahaan Multinasional yang menggunakan Scrum antara lain :

  1. Nokia
  2. Motorola
  3. 3M
  4. Google
  5. Capital One
  6. Bank of America
  7. Citibank
  8. BBC
  9. Yahoo!
  10. IBM
  11. Accenture
  12. Autodesk
  13. Amazon.com
  14. Boeing
  15. Microsoft
  16. Adobe
  17. Intel, dan masih banyak lagi perusahaan raksasa lain yang menggunakan Scrum.

Di Indonesia Scrum Telah banyak di implementasikan olah banyak perusahaan dan telah terbukti sukses membuat produk sebaik mungkin, mayoritas proyek teknoogi informasi.  



Tertarik tentang SCRUM lain nya ? Klik Disini....

Wednesday, September 29, 2021

Lean Thinking

Lean thinking adalah sebuah konsep dan filosofi manajemen yang pertama kali dikembangkan oleh Toyota pada tahun 1950-an. Prinsip utama dari lean thinking adalah mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) dalam proses produksi atau operasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kepuasan pelanggan. Prinsip ini kemudian diadopsi dan diterapkan dalam berbagai industri dan bidang, termasuk manufaktur, layanan, dan pengembangan produk. Berikut adalah beberapa konsep kunci dalam lean thinking:

  1. Pemborosan (Waste) adalah Musuh Utama: Lean thinking mengidentifikasi tujuh bentuk pemborosan yang harus dihindari, yaitu transportasi berlebihan, persediaan berlebihan, proses yang tidak efisien, waktu tunggu, gerakan berlebihan, perbaikan berlebihan, dan barang cacat. Menghilangkan pemborosan adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

  2. Maksimalkan Nilai Pelanggan: Prinsip utama dari lean thinking adalah memberikan nilai maksimal kepada pelanggan dengan menggunakan sumber daya yang minimal. Hal ini mencakup pemahaman yang mendalam tentang apa yang diinginkan pelanggan dan fokus pada pengembangan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

  3. Proses Aliran Kerja (Flow): Lean thinking mendorong penciptaan aliran kerja yang lancar dan tidak terputus, sehingga produk atau layanan dapat diproses dengan cepat dan efisien dari awal hingga akhir. Hal ini mencakup menghilangkan rintangan, antrian, atau penundaan yang tidak perlu.

  4. Pembuatan Keputusan Berbasis Fakta: Keputusan yang diambil harus didasarkan pada data dan fakta yang akurat. Lean thinking mendorong penggunaan metode seperti pengukuran kinerja, analisis data, dan pengujian berulang untuk memahami dan meningkatkan proses.

  5. Keterlibatan Karyawan: Karyawan di semua tingkatan perlu terlibat aktif dalam usaha perbaikan dan eliminasi pemborosan. Mereka adalah sumber daya yang berharga dalam mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi yang lebih baik.

  6. Peningkatan Berkelanjutan (Continuous Improvement): Lean thinking mendorong konsep Kaizen, yang berarti perbaikan berkelanjutan. Hal ini menggambarkan budaya organisasi yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dengan cara terus menerus memperbaiki proses dan mengurangi pemborosan.

  7. Just-In-Time (JIT) Production: Prinsip JIT adalah menghasilkan produk atau layanan hanya pada saat mereka diperlukan, sehingga menghindari pemborosan persediaan berlebihan. JIT membantu menghemat biaya persediaan dan meningkatkan efisiensi produksi.

  8. Pembuatan Produk yang Kualitasnya Benar pada Awalnya: Lean thinking menekankan pentingnya mencegah cacat daripada mengoreksi mereka setelah produksi. Hal ini mencakup pengawasan kualitas yang ketat dan pelatihan karyawan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas tinggi.

Lean thinking telah berhasil diterapkan dalam berbagai industri dan sektor untuk mencapai penghematan biaya, peningkatan efisiensi, peningkatan kualitas, dan kepuasan pelanggan yang lebih besar. Penerapan konsep lean thinking memerlukan komitmen organisasi untuk perbaikan berkelanjutan dan perubahan budaya yang mendukung prinsip-prinsip lean.

Empirisme

 Apakah yang dimaksud dengan Empirisme ?


Empirisme lahir di inggris dengan tiga eksponennya yaitu David Hume, George Berkeley, dan John Locke. Empirisme berasal dari bahasa Yunani "empeirin" yang berarti coba-coba atau pengalaman. 

Empirisme adalah salah satu pendekatan dalam epistemologi (ilmu pengetahuan tentang pengetahuan) yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia berasal dari pengalaman dan observasi dunia nyata. Ini berarti bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui indera manusia dan pengalaman empiris. Pandangan ini berlawanan dengan rasionalisme, yang berpendapat bahwa pengetahuan utama berasal dari akal budi dan pemikiran.

Beberapa konsep kunci terkait dengan empirisme adalah sebagai berikut:

  • Pengalaman sebagai Sumber Utama Pengetahuan: Empiris meyakini bahwa sumber utama pengetahuan adalah pengalaman melalui panca indera. Ini berarti bahwa apa pun yang kita tahu atau pelajari didasarkan pada apa yang kita amati atau alami dalam dunia fisik.
  • Tabula Rasa: Banyak pemikir empiris, seperti John Locke, berpendapat bahwa pikiran manusia seperti "tabula rasa" atau "lembaran kosong" pada awalnya, dan pengetahuan dibentuk oleh pengalaman yang diperoleh sepanjang hidup. Ini mengesampingkan gagasan bahwa pengetahuan bawaan atau konsep-konsep a priori ada sejak lahir.
  • Induktivisme: Empirisme sering kali terkait dengan metode induktif, di mana kesimpulan umum ditarik dari pengamatan khusus. Proses ini melibatkan pengumpulan data dan pembentukan konsep atau hukum umum berdasarkan data tersebut.
  • Skepticisme Terhadap Pengetahuan A Priori: Empirisme bersifat skeptis terhadap pengetahuan a priori, yaitu pengetahuan yang didasarkan pada akal budi dan pemikiran tanpa melibatkan pengalaman indera. Empiris meyakini bahwa pengetahuan yang sejati dan valid harus berdasarkan pada pengamatan konkret.
  • Positivisme: Seiring berjalannya waktu, pandangan empiris berkembang menjadi positivisme, yang menekankan pentingnya metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuan yang valid dan dapat diandalkan. Positivisme menganggap bahwa hanya fakta-fakta yang dapat diamati dan diukur secara empiris yang memiliki nilai pengetahuan.

Contoh tokoh-tokoh yang terkait dengan empirisme meliputi John Locke, George Berkeley, dan David Hume. Masing-masing dari mereka mengembangkan pandangan unik tentang peranan pengalaman dalam pembentukan pengetahuan manusia.

Pendekatan empiris masih menjadi dasar bagi banyak disiplin ilmu, terutama dalam ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu eksperimen. Dalam konteks ilmiah modern, observasi, pengujian, dan eksperimen adalah metode penting untuk memvalidasi atau menolak hipotesis dan teori.

Tuesday, September 28, 2021

Fungsi IF Pada Excel

Fungsi IF merupakan salah satu fungsi yang populer di excel.

Definisi Fungsi IF Pada Excel

Fungsi IF adalah perbandingan logis anara dua nilai dan perkiraan jika benar beserta aksinya kemudian perkiraan jika salah beserta aksinya.

Untuk lebih memper jelas, perhatikan diagram IF berikut.

pada diagram diatas ada tiga aktivitas yaitu Logika, aksi jika benar dan aksi jika salah. dari tiga aktivitas itu terdiri dari dua jenis aktivitas. Perhatikan diagram berikut :








di dalam excel juga seperti ilustrasi pada diagram di atas. ada Logika dan Kemungkinan, dimana kemungkinan yang muncul ada dua yaitu kemungkinan jika logika nya benar dan kemungkinan jika logika nya salah. Berikut adalah Contoh Fungsi IF pada Excel :

IF(LOGIKA; Kemungkinan logika benar ; Kemungkinan logika salah)

Sama seperti diagram if di atas IF pada Excel memiliki dua komponen yaitu komponen logika dan komponen kemungkinan dimana kemungkinan yang muncul ada dua yaitu kemungkinan jika logika benar dan kemungkinan jika logika salah.


Contoh Fungsi IF pada Excel

Berikut adalah contoh penggunaan rumus IF pada Excel :

IF(B2=1; "Ya"; "Salah")  



Jika di ilustrasikan dalam diagram maka akan seperti gambar berikut :

dari contoh diatas maka jawaban yang muncul ada Ya.


Latihan Fungsi IF pada Excel

Latihan 1 :

berikut adalah tabel Anggaran, pada kolom Status, check Aktualnya apakah lebih besar dari anggaran atau sama dengan anggaran, jika lebih besar isikan Kolom status nya dengan keterangan "Melebihi anggaran", jika sama dengan anggaran isikan kolom status nya "Sama dengan Anggaran".


Jawaban nya adalah :

IF(C3>B3; "Melebihi anggaran"; "Sama dengan anggaran") 

hasil nya adalah :


Latihan 2  

Pada latihan 2 ini melanjutkan dari latihan 1 yaitu menambahkan kolom Jumlah lebih dari di paling kanan seperti gambar berikut :

pada kolom jumlah lebih, jika statusnya Melebihi anggaran maka hitung lebih nya berapa (aktual - anggaran).


Jawaban nya adalah 

IF(D3="Melebihi anggaran"; C3-B3; 0)


 


Klik link berikut untuk melihat daftar fungsi excel lengkap

Daftar Fungsi Excel Lengkap

Excel atau Microsoft Excel memiliki banyak sekali fungsi atau rumus yang dapa digunakan untuk mengolah data yang ada pada stiap sell dalam workspace excel dari sekian banyak rumus tersebut untuk dapat memaksimalkan perlu di ketahui bahwa ada klasifikasi dari rumus-rumus atau fungsi-fungsi tersebut ada Fungsi Logika, Fungsi Texs, Fungsi Tanggal dan Waktu, Fungsi Matematika dan trigonometri, Fungsi Informasi Fungsi Statistik dan beberapa klasifikasi lain nya.

Berikut adalah daftar fungsi Ms Excel Lengkap


Fungsi Logika

fungsi logika (logical functions) merupakan daftar fungsi-fungsi excel yang menggunakan logika.
  1. Fungsi IF
  2. Fungsi IFERROR
  3. Fungsi AND
  4. Fungsi OR
  5. Fungsi NOT

Fungsi Teks

fungsi teks (texs functions) merupakan fungsi-fungsi yang dapat di perlakukan ke teks.
  1. Fungsi LOWER
  2. Fungsi UPPER
  3. Fungsi PROPER 
  4. Fungsi LEFT
  5. Fungsi RIGHT
  6. Fungsi MID
  7. Fungsi FIND
  8. Fungsi SEARCH
  9. Fungsi LEN
  10. Fungsi TRIM
  11. Fungsi SUBSTITUTE
  12. Fungsi REPLACE
  13. Fungsi CONCATENATE
  14. Fungsi TEXT
  15. Fungsi EXACT

Fungsi Tanggal dan Waktu

Fungsi tanggal dan waktu (date and time functions) adalah daftar fungsi untuk mengolah data dengan tipe Tanggal dan Waktu.
  1. Fungsi NOW
  2. Fungsi TODAY
  3. Fungsi DATE
  4. Fungsi DATEVALUE
  5. Fungsi DATEDIF
  6. Fungsi DAY
  7. Fungsi DAYS
  8. Fungsi DAYS360
  9. Fungsi MONTH
  10. Fungsi YEAR
  11. Fungsi TIME
  12. Fungsi TIMEVALUE
  13. Fungsi SECOND
  14. Fungsi MINUTE
  15. Fungsi HOUR
  16. Fungsi EDATE
  17. Fungsi EOMONTH
  18. Fungsi NETWORKDAYS
  19. Fungsi NETWORKDAYS.INTL
  20. Fungsi WORKDAY
  21. Fungsi WORKDAY.INTL

Fungsi Pencarian dan Referensi 

Fungsi Pencarian dan Referensi (lookup and reference functions) 
  1. Fungsi LOOKUP
  2. Fungsi VLOOKUP
  3. Fungsi HLOOKUP
  4. Fungsi INDEX
  5. Fungsi MATCH
  6. Fungsi OFFSET
  7. Fungsi ADDRESS
  8. Fungsi INDIRECT
  9. Fungsi ROW
  10. Fungsi COLUMN
  11. Fungsi COLUMNS
  12. Fungsi CHOOSE
  13. Fungsi TRANSPOSE

Fungsi Matematika dan Trigonometri

Fungsi Matematika dan Trigonomeri (math and trigonometry functions) adalah fungsi kalkulasi matematika dan trigonometry.
  1. Fungsi SUBTOTAL
  2. Fungsi SUM
  3. Fungsi SUMIF
  4. Fungsi SUMIFS
  5. Fungsi SUMPRODUCT
  6. Fungsi ROUND
  7. Fungsi ROUNDDOWN
  8. Fungsi ROUNDUP
  9. Fungsi INT
  10. Fungsi TRUNC
  11. Fungsi ODD
  12. Fungsi EVEN
  13. Fungsi RAND
  14. Fungsi RANDBETWEEN
  15. Fungsi MOD
  16. Fungsi MROUND
  17. Fungsi CEILING
  18. Fungsi FLOOR

Fungsi Statistik

fungsi statistik (statistical functions) 
  1. Fungsi AVERAGE
  2. Fungsi AVERAGEIF
  3. Fungsi AVERAGEIFS
  4. Fungsi COUNT
  5. Fungsi COUNTA
  6. Fungsi COUNTBLANK
  7. Fungsi COUNTIF
  8. Fungsi COUNTIFS
  9. Fungsi MIN
  10. Fungsi MAX
  11. Fungsi LARGE
  12. Fungsi SMALL
  13. Fungsi RANK
  14. Fungsi RANK.AVG
  15. Fungsi RANK.EQ
  16. Fungsi FREQUENCY

Fungsi Informasi

Fungsi infomarsi (information functions) adalah fungsi untuk mendapatkan inforasi-informasi data yang ada pada sebuah cell
  1. Fungsi ISBLANK
  2. Fungsi ISFORMULA
  3. Fungsi ISREF
  4. Fungsi ISLOGICAL
  5. Fungsi ISNA
  6. Fungsi ISERR
  7. Fungsi ISERROR
  8. Fungsi ISTEXT
  9. Fungsi ISNONTEXT
  10. Fungsi ISNUMBER
  11. Fungsi ISEVEN
  12. Fungsi ISODD

Fungsi Database

Fungsi database (database funcions) merupakan fungsi untuk memanggil database dan mengolah datanya.
  1. Fungsi DSUM
  2. Fungsi DMAX
  3. Fungsi DMIN
  4. Fungsi DCOUNT
  5. Fungsi DCOUNTA

Fungsi Finansial (financial functions)

  1. Engineering funcions
  2. ccz\=be 
  • Fungsi Finansial(Financial Functions)
  • Engineering Functions
  • Cube Functions
  • Compatibility Functions
  • Web Functions



  • Thursday, October 29, 2020

    SCRUM

    Siapa yang Mengembangkan SCRUM ?

    SCRUM dikembangkan oleh Ken Schwaber & Jeff Sutherland di awal tahun 1990-an, kemudian merilis versi pertama pada tahun 2010. Sejak saat itu panduan SCRUM di kembangkan dan akan terus di perbarui untuk terus menyempurnakan implementasi di lapangan.

    Apa Itu SCRUM ?

    SCRUM adalah sebuah framework atau kerangka kerja simple untuk membantu seseorang, tim atau organisasi untuk menghasilkan nilai  melalui solusi adaptif untuk masalah yang kompleks. 

    Moto dalam yang di highligh di buku panduan SCUM adalah "Aturan Permainan", jadi SCRUM adalah sekumpulan aturan sebagai penduan untuk mencapai tujuan permainan.

    SCRUM didasarkan Empirisme dan Lean Thinking. Empirisme berarti bahwa pengetahuan itu berasal pengalaman dan setiap keputusan berdasarkan objektif sedangkan lean thinking semua tim harus mengurangi kegiatan pemborosan dan fokus pada hal-hal yang terpenting.

    SRUM memanfaatkan pendekatan iteratif dan incremental untuk mengoptimalkan prediktabilitas dan pengendalioan risiko serta melibatkan orang-orang yang memiliki kemampuan aau keahlian ang dibutuhkan.


    Flow SCRUM

    Sumber : scrum.org

    Flow SCRUM berkaitan erat dengan Event SCRUM pada sub-pembahasan berikut nya, di mana ada Empat Acara Besar didalam SCRUM yang di lakukan secara rutin yaitu Sprint Planning, Daily SCRUM kadang di sebut Daily Meeting, Sprint Review dan Retrospective.

    Berikut adalah ulasan dari diagram Flow SCRUM di atas :
    1. Product Owner mengurutkan pekerjaan untuk masalah yang kompleks biasanya dengan skala prioritas yang kemudian di tuangkan dalam Product Backlog.
    2. Didalam Event Sprint Planning, Scrum Tim Menentukan Sprint Backlog yang kemudian dikerjakan Selama satu Sprint kedepan untuk Meningkatkan Nilai (Increment Value).
    3. SCRUM Tim dan Para Pemangku Kepentingan (Stackhorder), Memeriksa hasil dan menyesuaikan untuk Sprint berikutnya didalam Event Sprint Review.
    4. Siklus dari no.1 sampai no.3 merupakan satu Sprint, Ulangi Sprint hingga hingga product backlog habis.


    3 Pilar SCRUM

    SCRUM memiliki empat acara formal untuk inspeksi dan adaptasi yang diwadahi oleh SPRINT. Semua acara ini akan berhasil jika menerapkan pilar SCRUM yaitu :

    Transparansi

    transparansi atau keterbukaan informasi antar tim adalah salah satu kunci keberhasilan kerja tim. Selain itu proses dan pekerjaan harus dilihat dan dipahami secara langsung oleh yang mengerjakan dan yang menerima hasil pekerjaan tujuan nya adalah untuk mewadahi keterbukaan informasi yang telah di sebutkan di atas.

    Inspeksi

    Artefak Scrum dan kemajuan menuju tujuan yang disepakati harus sering diperiksa dan mendeteksi varian atau masalah yang mungkin tidak diinginkan secara seksama. Dengan kata lain bahwa inspeksi bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan potensi masalah kemudian melakukan adaptasi terhadap masalah tersebut. Inspeksi tidak bermanfaat jika tanpa adaptasi dan acara Scrum dirancang untuk memicu perubahan.

    Adaptasi

    setelah di lakukan inspeksi ternyata ditemukan ada aspek proses yang menyimpang di luar batas toleransi atau dengan kata lain jika dilanjutkan produk yang di buat tidak akan diterima, maka proses yang menyimpang tersebut harus segera di sesuaikan untuk meminimalisir penyimpangan lebih jauh.



    Elemen SCRUM




    Nilai-Nilai SCRUM (Scrum value)

    Nilai-nilai SCRUM ini muncul pada SCRUM guide yang di rilis pada tahun 2020, atau perbaharuan scrum pada tahun 2020 adalah penambahan Nilai-Nilai SCRUM ini.

    Orang-orang yang mahir dalam menjalankan Nilai-nilai SCRUM juga merupakan salah satu kunci keberhasilan penggunaan SCRUM 

    1. Komitmen (commit)

    Scrum tim berkomitmen unttuk mencapai tujuannya dan mendukung satu sama lain. selain itu tim komit pada hal-hal kecil dan semua acara-acara scrum merupakan hal yang penting. misal jika komit daily jam 9.00Am maka tim harus sudah hadir di jam tersebut.

    2. Fokus (focus)

    Fokus utama Scrum tim adalah pekerjaan dalam Sprint untuk membuat progress atau Increment sebaik mungkin dan mencapai tujuan .

    3. Keterbukaan (openess)

    Scrum tim dan tim pemangku kepentingan saling terbuka tentang pekerjaan dan tentangnya.

    4. Rasa Hormat (respect)

    Scrum tim saling menghormati agar menjadi orang yang mampu mandiri dan dihormati oleh rekan-rekan yang satu tim dengannya.

    5. Keberanian (courage)

    Anggota Scrum tim memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar dan mengatasi malasalah yang sulit.


    SCRUM TIM

    hal dasar dari SCRUM adalah sebuah Scrum tim yang kecil, yang terdiri dari satu Scrum Master, satu Product Owner, dan Tim Developer. Di dalam Scrum Team, tidak ada sub-tim atau hirarki, Ini adalah unit kohesif profesional yang berfokus pada satu tujuan pada satu waktu, Product Goal (Self Manage).

    Scrum Team cukup kecil untuk tetap gesit dan cukup besar untuk menyelesaikan pekerjaan penting dalam Sprint, biasanya 10 orang atau kurang. Biasanya tim yang lebih kecil berkomunikasi dengan lebih baik dan lebih produktif, namun jika Scrum Team menjadi terlalu besar, mereka harus mempertimbangkan untuk mengatur ulang menjadi beberapa Scrum Team yang kohesif, masing-masing berfokus pada produk yang sama namun memiliki Sprint backlog yang berbeda.

    Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa didalam SCRUM memiliki tiga role dan fungsi nya masing-masing yaitu :

    1. Product Owner

     Product owner adalah anggota Scrum tim yang bertanggungjawab untuk memaksimalkan nilai produk yang dihasilkan dari kinerja Scrum tim. Product Owner bertanggungjawab atas pengelolaan product backlog yang efektif yang meliputi mengembangkan dan mengkomunikasikan secara eksplisit product goal, membaut dan mengkomunikasikan product backlog item dengan jelas, memprioritaskan product backlog item, dan memastikan product backlog transparan, terlihat dan dipahami.

    2. Development Tim

    Development tim adalah anggota Scrum tim yang berkomitmen untuk mengubah backlog menjadi produk yang bisa digunakan di setiap sprint. tim development bertanggungjawab untuk membuat rencana untuk sprint, menanamkan prioritas sesuai definition of done, menyesuaikan rencana setiap hari untuk mencapai Sprint Goal dan saling bertanggungjawab sebagai propesional. 

    3. SCRUM Master

    Scrum Master bertanggunjawab untuk menerapkan Scrum seperti Panduan Scrum, dengan cara membantu product owner dan tim development memahami teori dan praktik Scrum dan mengorganisir.  


    Event SCRUM

    Scrum Event atau Acara Scrum sebelum nya sudah di jelaskan pada sub-bagian Flow Scrum. didalam scrum meiliki 4 acara besar yang memiliki tujuan masing-masing yaitu :   

    1. Sprint planning
    Sprint planning bertujuan untuk menentukan Sprint backlog dan product owner memastikan Tim Developer memahami Goal Sprint sesuai Goal Product. Biasanya Sprint Planning membahas mengapa Sprint ini berharga?, apa yang dapat dilakukan pada sprint ini?, dan bagaimana pekerjaan atau backlog yang dipilih diselesaikan?
    2. Daily Scrum
    Dailya Scrum adalah acara 15 menit diskusi antara Tim Development degan pembuat backlog yang dikerjakan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan, mendorong keputusan yang cepat, dan menghilangkan kebutuhan untuk pertemuan-pertemuan lainnya. biasanya yang di bahas dalam Daily Scrum adalah apa yang dikerjakan kemarin?, apa yang akan di kerjakan hari ini? dan ada apa kendala yang muncul serta solusinya.
    3. Sprint review
    Sprint review bertujuan untuk memeriksa hasil dari Sprint dan menentukan adaptasi selanjutnya. Scrum tim mempresentasikan hasil kerja mereka selama satu sprint kepada pemangku kepentingan utama dan mendiskusikan kemajuan Product Goal. Peserta yang hadir (Scrum Tim dan Stackholder) berkolaborasi untuk menentukan apa yang harus dilakukan selanutnyaserta menyesuaikan product backlog jika dibutuhkan dan Scrum tim harus menghindari membatasi diskusi hanya pada presentasi.  
    4. Sprint retrospektif
    Sprintt retrospektif bertujuan untuk mengeveluasi perjalan pekerjaan selama satu sprint untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas. biasanya yang dibahas adalah apasaja yang berjalan baik selama satu sprint? apa saja yang berjalan tidak baik selama sprint? dan usulan-usulan? 

    Artifak SCRUM

    Artifak adalah sagela sesuatu yang diadakan untuk memaksimalkan transparansi informasi utama, sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama untuk beradaptasi terhadap apa yang akan dikerjakan. Setiap Artifak berisi komitmen untuk memberikan informasi yang meningkatkan transparansi dan fokus dapat diukur yang dapat diukur kemajuannya. berikut adalah 3 jenis Artifak :   

    1. Product Backlog, adalah Product Goal.
    2. Sprint Backlog, adalah Sprint Goal.
    3. Increment, adalah Definition of Goal.

    Definition of Done (DoD) adalah syarat-syarat apa saja yang mesti dipenuhi untuk sebuah backlog bisa di kategorikan selesai. Jika DoD terpenuhi maka sebuah increment lahir.


    referensi penulis : scrum.org